Selengkapnya tentang PCIe*, UEFI, dan Penyimpanan
Jika Anda menggunakan penyimpanan berbasis PCIe*, seperti NVMe* SSD, hal tersebut juga dapat menyebabkan masalah jika penyiapan Anda tidak dikonfigurasi dengan benar. PCIe* adalah interkoneksi serial yang memungkinkan chipset dan CPU terhubung dan berkomunikasi dengan perangkat keras yang terpasang di motherboard Anda. Ada sejumlah "jalur" PCIe* terbatas (saluran yang mengirim dan menerima data) yang perlu didistribusikan dengan benar di antara perangkat keras yang menggunakannya, termasuk GPU, kartu ekspansi, dan beberapa solusi penyimpanan Anda.
Jika dialokasikan secara tidak benar, hal ini dapat mengakibatkan penurunan performa atau masalah kompatibilitas. Ini sekadar pertimbangan saat mula-mula merakit komputer yang belum pernah berhasil boot, atau saat menambahkan perangkat keras baru ke sistem yang lebih lama, karena alokasi jalur tidak akan berubah tanpa memasang atau melepas perangkat keras.
Juga pertimbangkan apakah motherboard Anda mendukung mode boot yang sesuai untuk SSD Anda. Jika Anda menggunakan drive penyimpanan NVMe* M.2 atau kartu add-in, misalnya, motherboard/BIOS Anda mungkin tidak memiliki kemampuan untuk boot dari format yang lebih baru. Mungkin perlu memperbarui BIOS Anda untuk mengaktifkan UEFI yang lebih baru dengan dukungan boot NVMe*, atau beralih ke mode boot UEFI untuk menggunakan drive baru. Kebanyakan motherboard modern dengan slot M.2 tidak akan mengalami masalah ini, tetapi jika Anda bekerja dengan perangkat keras lama, sebaiknya Anda mendalami opsi ini di bagian Boot pada BIOS, dan/atau memperbarui ke versi terbaru perangkat lunak motherboard.
Baca dokumentasi motherboard Anda untuk mempelajari secara persis cara motherboard menangani alokasi PCIe* dan apakah memiliki kompatibilitas UEFI atau tidak.
Kenapa Motor Nmax Tidak Bisa Hidup?
Kenapa motor Yamaha NMax tidak bisa hidup? (Dok Okezone)
https://otomotif.okezone.com/read/2024/05/17/53/3009845/kenapa-motor-nmax-tidak-bisa-hidup
JAKARTA - Masalah motor susah starter tak jarang ditemui di berbagai merek. Motor susah distarter bahkan tidak bisa nyala bisa jadi karena kurangnya perawatan.
Penyakit susah starter ini juga dapat dialami Yamaha Nmax. Kenapa motor Nmax tak bisa hidup?
Dari informasi yang dihimpun, masalah ini bisa terjadi pada tombol starter kotor seiring pemakaian. Konektor yang ada di dalamnya korosi sehingga kotoran menghalangi konektor. Ini mengakibatkan tombol starter jadi tidak bisa menyalakan mesin.
Ada penyebab lainnya yakni standar samping. Biasanya switch standar sampingnya kotor. Masalahnya sama seperti tombol starter elektrik yakni ada kotoran yang mengganggu kinerjanya. Gejalanya motor jadi sulit dinyalakan. Jika digunakan akan sebentar lalu akan kembali mati.
Hal ini bisa menjadi gambaran bagi kalian pengguna motor Nmax yang merasakan keresahan sama. Jika kedua penyebab tergolong aman, coba cek kondisi akinya.
Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang dengan
dan nantikan kejutan menarik lainnya
JAKARTA, KOMPAS.com - All New Honda BeAT sekarang sudah dilengkapi dengan alarm. Penambahan fitur ini tentu buat mengurangi risiko terjadinya pencurian, karena motor gerak sedikit, alarm bisa bunyi.
Cuma, alarm yang ada di Honda BeAT CBS, Deluxe, dan Street ini harus diaktifkan secara manual. Jadi bukan berarti motor dimatikan, dikunci setang, alarm otomatis aktif, tapi ada caranya.
Sarwono Edhi, Technical Service PT Astra Honda Motor (AHM) menjelaskan, alarm akan aktif kalau diaktifkan oleh si pengendara. Jadi manual pengaktifannya, tidak otomatis aktif.
Baca juga: Seberapa Sensitif Alarm di All New Honda BeAT?
Sistem Smart Key di All New Honda BeAT
"Makanya perlu di off-kan dua kali (kunci putar ke off) dalam rentang tiga detik. Baru alarm aktif," kata Edhi di Jakarta, Rabu (12/6/2024).
Setelah kunci kontak diputar ke off dua kali, alarm baru aktif setelah satu menit. Rentang waktu tersebut bisa dimanfaatkan pemilik motor buat kunci setang, atau dibiarkan saja.
"Jadi mau aktif atau tidak (alarm) itu pilihan. Misal di rumah tidak perlu diaktifkan, karena itu mengkonsumsi baterai juga," kata Edhi.
Baca juga: Libur Idul Adha, Pelayanan SIM Jakarta Tutup pada 17-18 Juni 2024
Edhi menjelaskan, baterai atau aki BeAT bisa habis kalau alarm dibiarkan aktif terus. Makanya, sistem di alarm akan mati sendiri kalau terus aktif selama 10 hari berturut-turut.
"Alarm akan off sistemnya selama 10 hari. Jadi diaktifkan hari pertama, hari ke-10 nanti mati. Alasannya aki, kapasitas aki BeAT 3,5-5 Ah, beda dengan mobil yang besar," kata Edhi.
Penggunaan alarm di motor memakan aki karena sensor terus aktif sampai ada lampu indikator yang terus berkedip. Makanya, kalau 10 hari motor diam di parkiran dan alarm menyala, nanti akan mati sendiri.
Harianjogja.com, JOGJA—Pembelian tiket kereta bandara kini cukup mudah dan bisa dibeli secara online sehingga anda tidak perlu repot menuju ke lokasi langsung. Kereta bandara dikelola PT Railink.
Pembelian tiket kereta Bandara YIA jika ingin memesan secara online bisa menggunakan Aplikasi KA Bandara, Website Railink, dan KAI Acces dengan harga tiket Rp 20.000.
BACA JUGA: OJK Dorong Pelindungan Konsumen Pinjol agar Diperkuat
Berikut Cara Membeli Tiket KA Bandara YIA
- Pastikan gadget anda terkoneksi internet dan kunjungi reservation.railink.co.id di browser smartphone atau PC anda.
- Ketika sampai di halaman beranda, pilih tampilkan form reservasi.
- Pilih menu “Make Reservation” dan klik reguler jika ingin menentukan tanggal tiket, dan pilih flexi time jika jadwal keberangkatannya tidak ditentukan.
- Anda dapat memilih tiket sekali jalan atau pulang pergi pada menu reguler maupun fleksi time.
- Jika Anda memilih tiket pulang pergi, isikan asal keberangkatan, bisa dari stasiun Wates atau Stasiun Jogja dan tujuan ke YIA, bisa juga sebaliknya.
- Pilih tanggal pulang dan tanggal pergi serta jumlah penumpang yang akan berangkat.
- Keluar hasil informasi jadwal keberangkatan yang bisa anda pilih, centang jadwal yang anda inginkan.
- Centang setuju dengan syarat dan ketentuan di bagian bawah, klik lanjutkan.
- Isi identitas informasi penumpang dengan benar dan teliti. Centang kolom “I am not Robot”
- Klik Lanjutkan dan konfirmasi data yang sudah diisi.
- Pilih metode pembayaran yang ingin digunakan dan bayar sesuai panduan yang diberikan. Pilih selesaikan pemesanan.
- Jika pembayaran sudah terkonfirmasi, anda akan mendapatkan detail tiket dan pemesanan tiket pun selesai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Kirim masukan terkait...
Pusat Bantuan Penelusuran
TEMPO.CO, Jakarta - PT Railink, perusahaan patungan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) dan PT Angkasa Pura II (PT AP II), terhitung sejak Selasa, 19 Juni 2018, memberikan diskon tarif perjalanan Kereta Bandara Soekarno Hatta menuju Stasiun Bekasi.
"Selama proses uji coba ini, kami memberikan diskon khusus kepada penumpang rute Stasiun Bekasi tujuan Bandara Soekarno Hatta menjadi Rp 70.000 per penumpang," kata Humas Railink Diah Suryandari di Bekasi, Jawa Barat, Rabu, 20 Juni 2018.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Menurut dia, tarif tersebut lebih murah dari yang semestinya yang mencapai Rp 100.000 per penumpang untuk trayek Bekasi-Bandara Soekarno Hatta.
Pemberlakuan diskon tarif tersebut, kata Diah, belum ditentukan sampai kapan batas waktunya berakhir, karena pihaknya memanfaatkannya sebagai sarana sosialisasi kepada masyarakat. "Sifatnya situasional, kalau manajemen memang perlu kembali ke tarif normal, maka pada saat itu juga kami berlakukan," tuturnya.
Untuk rute lainnya, berlaku tarif normal, yakni Bekasi-BNI City (Sudirman Baru) sebesar Rp 35.000 dan Bekasi-Batu Ceper Rp 70.000 per penumpang.
Setiap harinya, terdapat empat kali jadwal keberangkatan kereta bandara, baik rute Bekasi-Bandara Soekarno Hatta maupun sebaliknya.
Diah mengatakan Kereta Bandara Soekarno Hatta-Bekasi berkapasitas tampung 272 penumpang dan mampu menempuh perjalanan maksimal 90 menit. Kereta tersebut juga terkoneksi dengan seluruh terminal penerbangan di Bandara Soekarno Hatta melalui skytrain atau terminal bandara.
Berikut jadwal Kereta Bandara Soekarno Hatta:
Stasiun Bekasi-Bandara Soekarno Hatta:
Pukul 10:05 (BKS) 10.47 (SDB) 11.24 (BPR) 11.37 (tiba BST).
Pukul 11.10 (BKS) 11.47 (SDB) 12.24 (BPR) 12.37 (tiba BST).
Pukul 13.13 (BKS) 13.47 (SDB) 14.24 (BPR) 14.37 (tiba BST).
Pukul 14.11 (BKS) 14.47 (SDB) 15.24 (BPR) 15.37 (tiba BST).
Bandara Soekarno Hatta-Stasiun Bekasi:
Pukul 07.50 (BST) 08.02 (BPR) 08.36 (SDB) 09.20 (tiba BKS).
Pukul 08.50 (BST) 09.02 (BPR) 09.36 (SDB) 10.15 (tiba BKS).
Pukul 10.50 (BST) 11.02 (BPR) 11.36 (SDB) 12.10 (tiba BKS).
Pukul 11.50 (BST) 12.02 (BPR) 12.36 (SDB) 13.15 (tiba BKS).
Jika Anda menggunakan penyimpanan berbasis PCIe*, seperti NVMe* SSD, hal tersebut juga dapat menyebabkan masalah jika penyiapan Anda tidak dikonfigurasi dengan benar. PCIe* adalah interkoneksi serial yang memungkinkan chipset dan CPU terhubung dan berkomunikasi dengan perangkat keras yang terpasang di motherboard Anda. Ada sejumlah "jalur" PCIe* terbatas (saluran yang mengirim dan menerima data) yang perlu didistribusikan dengan benar di antara perangkat keras yang menggunakannya, termasuk GPU, kartu ekspansi, dan beberapa solusi penyimpanan Anda.
Jika dialokasikan secara tidak benar, hal ini dapat mengakibatkan penurunan performa atau masalah kompatibilitas. Ini sekadar pertimbangan saat mula-mula merakit komputer yang belum pernah berhasil boot, atau saat menambahkan perangkat keras baru ke sistem yang lebih lama, karena alokasi jalur tidak akan berubah tanpa memasang atau melepas perangkat keras.
Juga pertimbangkan apakah motherboard Anda mendukung mode boot yang tepat untuk SSD Anda. Jika Anda menggunakan drive penyimpanan NVMe* M.2 atau kartu add-in, motherboard/BIOS Anda mungkin tidak memiliki kemampuan untuk boot dari format yang lebih baru. Mungkin perlu memperbarui BIOS Anda untuk mengaktifkan UEFI yang lebih baru dengan dukungan boot NVMe*, atau beralih ke mode boot UEFI untuk menggunakan drive baru. Kebanyakan motherboard modern dengan slot M.2 tidak akan mengalami masalah ini, tetapi jika Anda bekerja dengan perangkat keras lama, sebaiknya Anda mendalami opsi ini di bagian Boot pada BIOS, atau memperbarui ke versi terbaru perangkat lunak motherboard.
Baca dokumentasi motherboard Anda untuk mempelajari secara persis cara motherboard menangani alokasi PCIe* dan apakah memiliki kompatibilitas UEFI atau tidak. Lihat panduan ini untuk informasi selengkapnya tentang boot dari SSD berbasis-NVMe*.